Live Support

Our Product

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini1130
mod_vvisit_counterKemarin1637
mod_vvisit_counterMinggu Ini7842
mod_vvisit_counterMinggu Lalu11364
mod_vvisit_counterBulan Ini27756
mod_vvisit_counterBulan Lalu54525
mod_vvisit_counterSemuanya632473

We have: 10 guests online
IP Anda: 38.107.179.206
 , 
Today: Mei 17, 2012
Terry Ingin Rujuk Saat Valentine

London - Tak selamanya hari valentine itu indah. Setidaknya bagi John Terry yang rumah tangganya tengah terpuruk, valentine adalah saat untuk memperbaiki hati sang istri, Toni Poole, yang tengah terluka.

Dan perselingkuhan itu pun berujung nestapa untuk Terry. Sudah ditinggal sang istri, kapten Chelsea ini pun harus merelakan ban kapten timnas Inggris-nya dicopot. Kalau bisa memutarbalik waktu mungkin Terry akan memilih untuk tak berhubungan dengan Vanessa Perroncel, wanita selingkuhannya.

Setelah skandal perselingkuhan itu mencuat, Toni memilih untuk menepikan dirinya di Dubai untuk menghindari sorotan media massa. Ia memutuskan untuk berlibur sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Meski akhirnya memilih untuk membukakan pintu maaf untuk Terry, Toni belum mau untuk kembali ke Inggris. Lalu, bagaimana sikap Terry melihat hal ini?


Demi menyelamatkan pernikahannya, si pemilik nomor 26 ini pun rela terbang ribuan mil dari London. Terry bakal menghabiskan valentine yang jatuh pada hari Minggu nanti bersama Toni di Dubai.

"John tak akan bermain pada akhir pekan ini. Carlo (Ancelotti) memberikannya libur," ungkap asisten manajer Chelsea, Ray Wilkins, di AFP. Ya, demi membenahi masalah pribadinya ia diberikan libur, meski The Blues bermain di Piala FA weekend ini.

Maka jadilah valentine kali ini sebuah momen untuk rekonsiliasi hubungan keduanya. Good luck, Terry.