Live Support

Our Product

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini1145
mod_vvisit_counterKemarin1637
mod_vvisit_counterMinggu Ini7857
mod_vvisit_counterMinggu Lalu11364
mod_vvisit_counterBulan Ini27771
mod_vvisit_counterBulan Lalu54525
mod_vvisit_counterSemuanya632488

We have: 17 guests online
IP Anda: 38.107.179.208
 , 
Today: Mei 17, 2012
Mengenang 21 Tahun Tragedi Hillsborough

Jakarta - Duapuluh satu tahun silam terjadi sebuah tragedi yang takkan pernah bisa dilupakan oleh Liverpool dan para fansnya. Di stadion bernama Hillsborough 96 nyawa melayang begitu saja.

Para Liverpudlian mengenang horor itu dengan sebutan Tragedi Hillsborough, yang terjadi saat laga semifinal Piala FA antara The Reds dengan Nottingham Forest di markas Sheffield Wednesday itu.

Menjelang kickoff, suporter Liverpool yang jumlahnya besar berdesak-desakan di tribun dan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, pihak keamanan stadion pun membuka gerbang.

Namun yang terjadi malah sebaliknya, suporter yang tak mendapat tiket di luar stadion memaksa masuk dan itu berbarengan juga dengan fans Liverpool dari dalam stadion. Tragedi mengerikan itu pun tak terelakan lagi dan akhirnya jatuhlah 94 korban di tempat.


Dua korban lagi yaitu bocah berusia 14 tahun bernama Nicol Lee meninggal empat hari sesudahnya di rumah sakit. Dan yang tergetir adalah ketika Tony Bland yang akhirnya harus menghembuskan nafas terakhir empat tahun sesudahnya usai berjuang hidup dengan life support.

Namun sampat saat ini duka dan sesal masih tersimpan di dada para pendukung Liverpool mengenai penyebab tragedi itu. Banyak pihak yang menganggap kejadian itu dikarenakan banyak suporter Liverpool yang dalam pengaruh alkohol.

Anggapan itu membuat para suporter Liverpool geram dan hingga kini tetap menuntut keadilan atas biang keladi peristiwa berdarah tersebut. Tragedi ini disebut sebagai salah satu yang paling naas di sepakbola setelah Tragedi Heysel tahun 1985 yang melibatkan Juventus dan juga Liverpool.

"Sejak saya berada di sini, ini sangat emosional sekali," ucap manajer 'Si Merah' Rafael Benitez yang menghadiri Memori Tragedi Hillsborough kepada Sky Sports.

"Para pemain dan seluruh staf selalu mendukung keluarga korban karena ini adalah hari yang penting untuk klub ini," sambungnya.

"Ketika saya pertama kali mengenang tragedi ini, saya sangat tertarik dengan apa yang terjadi di klub ini. Anda dapat melihat seluruh orang di sini dan perasaan mereka. Ini adalah peristiwa yang menyedihkan untuk diingat semua orang," tukasnya.

Hari ini, 21 tahun lalu, 96 fans Liverpool tak akan pernah kembali ke rumah untuk bertemu keluarganya. Dan keadilan itu akan tetap dicari sampai kapan pun.