|

Munich - Cederanya Michael Ballack niscaya bikin Bastian Schweinsteiger jadi punya beban ekspektasi lebih di Afrika Selatan. Schweinsteiger sendiri tak mau terbebani dan tetap yakin Der Panzer tetap oke tanpa Ballack.
Belitan cedera pergelangan kaki akhirnya membuat Ballack harus rela hanya duduk di kursi penonton ketika para pemain Jerman beraksi di Piala Dunia 2010. Absennya si inspirator lini tengah jelas jadi kehilangan besar untuk Jerman.
Alhasil, Schweini --sapaan akrab Schweinsteiger-- pun akan memanggul beban lebih besar karena bakal jadi andalan Jerman sepeninggal Ballack. Toh semenjak kali pertama tampil untuk tim senior Jerman tahun 2004 lalu, si pemain Bayern Munich ini memang sudah digadang-gadang punya bakat hebat.
Seiring dengan keberhasilannya turut membantu Bayern ke dua gelar juara musim ini, plus kans meraih satu titel lagi di Liga Champions, Schweini dinilai sudah jauh lebih matang sebagai pengatur serangan, dengan tampil lebih tengah dan pede. Operan-operan dan visi permainannya pun meningkat drastis.
Dengan demikian, wajar jika Schweini akan diberikan porsi lebih besar di Afrika Selatan nanti kendati di awal-awal penampilannya dia sempat dicap kurang konsisten dan punya semangat juang seorang pemimpin lapangan. Pemain berusia 25 tahun itu pun siap menjawabnya dengan memimpin rekan-rekannya tetap sukses tanpa Ballack.
"Absennya Ballack adalah kehilangan besar untuk tim karena rasa tanggung jawab dan kepribadiannya, tapi saya yakin kami masih bisa tampil bagus di Piala Dunia tanpa dirinya," tegas Schweini kepada Reuters.
"Biar bagaimana pun aku akan tetap mendapat tambahan tanggung jawab itu. Aku takkan menambah-nambah beban untuk diriku sendiri dan hanya akan fokus ke penampilan," lugas dia.
Di Piala Dunia 2010, Jerman tergabung di Grup D bersama Australia, Serbia dan Ghana.
|