Live Support

Our Product

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini1176
mod_vvisit_counterKemarin1637
mod_vvisit_counterMinggu Ini7888
mod_vvisit_counterMinggu Lalu11364
mod_vvisit_counterBulan Ini27802
mod_vvisit_counterBulan Lalu54525
mod_vvisit_counterSemuanya632519

We have: 20 guests online
IP Anda: 38.107.179.206
 , 
Today: Mei 17, 2012
Mokoena Pemimpin Afsel

Jakarta - Secara popularitas global nama Steven Pienaar atau Benni McCarthy bolehlah merupakan representasi sepakbola Afrika Selatan saat ini. Tapi pemimpin Bafana Bafana adalah Aaron Mokoena.

Mokoena adalah tangan kanan pelatih Carlos Alberto Parreira di atas lapangan karena dia adalah kapten tim. Pengalaman, senioritas, dan tentu saja kemampuan membuat dia sosok yang tidak sembarangan.

Jika diturunkan dalam laga ujicoba melawan Guatemala hari Senin (31/5/2010) ini, Mokoena akan mengantongi 100 caps dan itu menjadikannya sebagai pemain Afsel pertama yang pernah mencapai angka tersebut.


"Aku merasa sangat istimewa dan terhormat bisa menjadi pemain pertama yang memiliki 100 caps. Ini sangat berarti buatku. Kata-kata takkan bisa meluksikan perasaanku bisa sampai di tempatku berada saat ini," tutur pemain bertahan berusia 29 tahun itu kepada Kickoff.com.

Mokoena sudah terlibat dalam pertandingan timnas negaranya sejak 1999, dan hingga kini ia masih bertahan. Di level klub ia kenyang pengalaman di Liga Inggris saat memperkuat Blackburn Rovers (2005-2009) dan Portsmouth sejak musim ini.

“Pertandingan internasional pertamaku adalah melawan Botswana di Gaborone (di Cosafa Castle Cup, 20 Februari 1999). Aku bermain di belakang Matthew Booth, dan pelatihnya waktu itu Trott Moloto," kenang Mokoena.

"Kami bermain tandang dan itulah salah satu pertandingan yang sangat aku nikmati. Aku takkan melupakannya, apalagi kami menang 2-1."

Pemain yang pernah pula bermain di Ajax Amsterdam dan Racing Genk (Belgia) itu dipandang sebagai kapten Afsel yang sangat ideal setelah berakhirnya era Lucas Radebe.

"Bermain untuk Bafana Bafana, mengenakan seragam tim nasional, punya pressure tersendiri dan kami harus melakoninya. Ingat, kami mewakili ribuan pemain yang tidak bisa masuk tim, juga untuk jutaan orang Afrika Selatan yang menjadi suporter tim. Tapi di saat yang sama tekanan itu begitu mengasyikkan,” imbuh bek yang dijuluki "Si Kapak" itu.