Live Support

Our Product

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini156
mod_vvisit_counterKemarin1707
mod_vvisit_counterMinggu Ini5543
mod_vvisit_counterMinggu Lalu17003
mod_vvisit_counterBulan Ini17206
mod_vvisit_counterBulan Lalu59514
mod_vvisit_counterSemuanya463880

We have: 15 guests online
IP Anda: 38.107.179.210
 , 
Today: Feb 09, 2012
Milito, Pahlawan Tanpa Sepatu Emas

Jakarta - Dalam tiga musim terakhir topskorer Liga Champions selalu berasal dari tim yang jadi juara. Namun musim ini Diego Milito melakukannya bersama Inter Milan meski tak harus mengakhirinya dengan sepatu emas.

Tren unik itu dimulai pada musim 2006/2007 ketika AC Milan merebut titel Liga Champions ketujuhnya usai mengalahkan Liverpool di final dengan skor 2-1. Saat itu Kaka jadi topskorer turnamen dengan 10 gol sekaligus jadi pemain terbaik. Meski begitu Kaka tak mencetak gol di partai puncak.

Setahun sesudahnya giliran Cristiano Ronaldo yang membawa Manchester United menjadi jawara usai menundukkan Chelsea lewat adu penalti. Satu golnya di final membuat koleksi golnya jadi delapan gol serta menobatkannya sebagai topskorer. CR9 pun tampil sebagai pemain terbaik.


Barcelona yang musim lalu jadi jawara usai mengatasi MU dengan skor 2-0 juga menampilkan pemainnya di daftar teratas pencetak gol yaitu Lionel Messi dengan sembilan gol. Messi pun turut mendonasi satu gol di final dan jadi pemain terbaik.

Musim ini Milito mematahkan catatan itu. Striker asal Argentina itu tak perlu jadi topskorer untuk membawa Inter juara. Dua golnya melawan Bayern Munich di final sudah cukup membawa trofi ketiga sepanjang 102 tahun sejarah Il Biscione.

Dengan total enam gol, Milito harus puas berada di bawah Ivica Olic yang mencetak tujuh gol dan Messi yang kembali jadi topskorer dengan torehan delapan golnya. Kini ditunggu apakah Milito mampu mengggondol gelar pemain terbaik?