Live Support

Our Product

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini1180
mod_vvisit_counterKemarin1637
mod_vvisit_counterMinggu Ini7892
mod_vvisit_counterMinggu Lalu11364
mod_vvisit_counterBulan Ini27806
mod_vvisit_counterBulan Lalu54525
mod_vvisit_counterSemuanya632523

We have: 18 guests online
IP Anda: 38.107.179.207
 , 
Today: Mei 17, 2012
Wenger Ingin Jadi Penyanyi dan James Bond

 

Kuala Lumpur - Manajer Arsenal Arsene Wenger selama ini dikenal sebagai seorang sosok yang kaku dan serius. Tetapi siapa sangka kalau ia ingin jadi penyanyi dan James Bond?

Dengan garis wajahnya yang keras dan dahi yang kerap berkerut, tak terhindarkan lagi kesan serius dan dingin pasti tertanam di benak banyak orang saat melihat kiprahnya di pinggir lapangan dalam menakhodai Arsenal.

Namun demikian, kesan itu hilang saat detiksport, atas undangan dari Castrol, bertemu langsung Wenger di Kuala Lumpur, Selasa (9/6/2009).


Mengenakan kaos putih, celana pendek hitam dan sepatu kets, manajer berusia 59 tahun itu menyapa para penggemar Arsenal, menggelar sesi pelatihan bersama timnas U-19 Malaysia serta memaparkan Castrol Performance Index (CPI) di hadapan para jurnalis dari sejumlah negara.

"Oh, ini bukan kali pertama saya ke Malaysia. Cuacanya memang sedikit panas buat saya," jawab Wenger saat ditanyai mengenai  kesannya tentang negeri jiran itu.

Di akhir pemaparan mengenai CPI, Wenger membuka kesempatan untuk tanya jawab. Saat ada seorang wartawan menanyai profesi apa yang tidak bisa ia tolak selain berkecimpung di dunia sepakbola, Wenger terdiam sedikit lama.

"Hum, saya ingin menjadi... penyanyi," tukas pria Prancis itu disambut tawa dari para kuli tinta.

"Tapi ya, Anda tahu suara saya.... (Wenger tidak melanjutkan kalimatnya)." Kembali derai tawa meledak.

Juga ketika ditanya tentang sosok dalam film yang paling ingin ia perankan, arsitek sepakbola pemilik gelar sarjana teknik dan master bidang ekonomi itu menjawab mantap, "James Bond."