Live Support

Our Product

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini157
mod_vvisit_counterKemarin1707
mod_vvisit_counterMinggu Ini5544
mod_vvisit_counterMinggu Lalu17003
mod_vvisit_counterBulan Ini17207
mod_vvisit_counterBulan Lalu59514
mod_vvisit_counterSemuanya463881

We have: 14 guests online
IP Anda: 38.107.179.210
 , 
Today: Feb 09, 2012
Niat Menolong, Bendol Malah Dilaporkan Ke Polisi

Jakarta - Pengalaman tak mengenakkan sempat dikecap Benny Dollo. Niat ingin menolong seorang suporter saat terjadi kerusuhan, Bendol malah dilaporkan ke pihak berwajib oleh orang yang ditolongnya tersebut.

Kejadian itu terjadi pada 10 Juli 2010 saat itu Bendol tengah memimpin anak asuhnya di Persija Jakarta dalam laga persahabatan dengan PSAD di lapangan Trisakti, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Bogor.

"Saya waktu itu tidak melihat pastinya bagaimana, namun tiba-tiba terjadi tawuran dan menurut anak-anak (tim Persija) sebagian penonton ada yang meledek pemain," ungkap Bendol kepada detiksport, Senin (9/8) siang WIB.

Menurut Bendol saat itu ia melihat seorang anak yang sedang ingin dipukul oleh kerumunan massa. Seketika itu juga Bendol pun langsung menghampirinya dan memeluknya. Namun apesnya adalah beberapa hari usai kejadian itu, eks pelatih timnas itu malah dilaporkan ke Polsek Gunung Putri dengan tuduhan melakukan penganiayaan.


"Saya padahal hanya melindungi anak itu ketika kerusuhan pecah. Saya memeluk dia dan saya berteriak 'jangan pukul, jangan pukul'. Namun mungkin dia berpikir saya ingin mencekik dia padahal saya ingin melindunginya," urai Bendol mengenai apa yang ia katakan kepada polisi saat sedang diinterogasi.

Namun nasib baik rupanya menaungi Bendol sebab dalam perkembangannya "kata damai" tampaknya akan meluncur dari pihak Persija mau pun pihak perkumpulan Pemuda Cibinong, untuk segera menyelesaikan masalah antara pelatih dengan pemuda yang diberitakan bernama Ardiansyah itu.

"Dalam prosesnya sudah ada pengertian dari pihak korban bahwa saya tidak ada niat jahat sama sekali kepadanya dan saya hanya ingin menolong. Kalau memang saya ingin berbuat jahat, pastinya sudah saya lakukan saja. Tapi memang saya tidak ada niat untuk itu," cetus pelatih berbadan besar.

"Kemarin (Minggu, 8 Agustus) perwakilan dari Persija dan The Jak Mania sudah bertemu dengan Ketua Pemuda Cibinong untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik. Soal polisi akan mencabut laporan itu, tinggal menunggu hitam-putih saja antara kedua pihak," pungkasnya.

Ah, ada-ada saja.