Live Support

Our Product

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini1183
mod_vvisit_counterKemarin1637
mod_vvisit_counterMinggu Ini7895
mod_vvisit_counterMinggu Lalu11364
mod_vvisit_counterBulan Ini27809
mod_vvisit_counterBulan Lalu54525
mod_vvisit_counterSemuanya632526

We have: 9 guests online
IP Anda: 38.107.179.208
 , 
Today: Mei 17, 2012
Ini Baru Berbatov

Manchester - Saat ini fans Manchester United pasti sedang menikmati permainan Dimitar Berbatov. Setelah dua musim yang tak produktif, penyerang internasional Bulgaria itu tengah menemukan kembali ketajamannya.

Mencetak lima gol dari enam pertandingan tentu sebuah ukuran signifikan untuk seorang penyerang. Itulah statistik Berbatov di awal Liga Inggris musim ini, yang menjadikannya top skorer sementara Manchester United.

Berbatov memulainya dengan menorehkan satu gol saat MU mengalahkan Chelsea di Community Shield. Ia lalu membuat satu di pertandingan pembuka liga melawan Newcastle United, dan melakukannya lagi ke gawang West Ham dan Everton.


Yang paling sensasional adalah ketika pemain 29 tahun itu membukukan tiga gol ke jala Liverpool malam ini, Minggu (19/9/2010), yang membawakan kemenangan buat MU di Old Trafford dengan skor 3-2. Sebuah catatan menyebutkan, ini adalah kali pertama dalam 64 tahun seorang pemain MU mencetak hat-trick melawan Liverpool.

Gol kedua Berbatov dibuat dengan spektakuler dengan cara salto. Dan gol ketiga dia adalah yang memastikan kemenangan The Red Devils di menit 84, setelah Steven Gerrard sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Mantan pemain Bayer Leverkusen itu punya dua musim pertama yang tidak membanggakan di MU. Dibeli dengan mahal sangat tinggi (30,75 juta poundsterling) dari Tottenham Hotspur di musim panas 2008, ia tidak produktif dan selalu dicap "pemalas".

Di musim pertamanya ia hanya mengemas 14 gol dari 43 laga, dan cuma mengoleksi 12 gol dari jumlah pertandingan yang sama di musim lalu. Tapi manajer Sir Alex Ferguson relatif jarang mengkritik dia dan tetap mempertahankannya.

"Media sering mengkritik dia musim lalu, dan itu biasa terjadi kalau kita membeli seorang pemain dengan mahal dan dia tidak mencetak hat-trick di setiap pertandingan,” tutur Ferguson kepada Sky Sports seusai kemenangan atas The Reds.

"Musim ini dia memulai dengan gaya yang keren. Latihan pramusim-nya sangat baik, tur pramusim-nya bagus. Dia meneruskannya," sambung sang manajer. "Tapi memang tak pernah ada keraguan pada kualitas orang ini. Dan kita lihat itu lagi hari ini."