Live Support

Our Product

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini1245
mod_vvisit_counterKemarin1637
mod_vvisit_counterMinggu Ini7957
mod_vvisit_counterMinggu Lalu11364
mod_vvisit_counterBulan Ini27871
mod_vvisit_counterBulan Lalu54525
mod_vvisit_counterSemuanya632588

We have: 18 guests online
IP Anda: 38.107.179.206
 , 
Today: Mei 17, 2012
De Gea dan Insiden Sepotong Donat

Manchester - Akhir pekan lalu David de Gea jadi pemberitaan hangat di Inggris setelah dituduh mencuri sepotong donat. Kiper Manchester United itu kini membantah, dan menyebut semua terjadi karena masalah komunikasi.

Jumat akhir pekan lalu De Gea harus berurusan dengan petugas keamanan di toko Tesco Express karena dituduh mengutil sepotong donat. Penangkapan tersebut tak berbuntut panjang karena kiper asal Spanyol itu dilepaskan tak lama berselang.

Namun tetap saja kejadian tersebut kemudian menjadi perbincangan di Inggris. Dengan gaji 70.000 poundterling sepekan, De Gea punya uang lebih dari cukup untuk membeli banyak hal, apalagi cuma spotong donat.

Setelah beberapa hari berlalu, baru pada Selasa (4/10/2011) kemarin De Gea buka mulut soal kejadian tersebut. Dalam pernyataannya yang dimuat FoxNews, dia menyebut kalau semua peristiwa tersebut terjadi karena salah paham.


Disebut De Gea, saat berada di dalam toko dia baru menyadari kalau dompetnya tertinggal di mobil. Dan saat keluar dari area toko itulah dia dituduh ingin mencuri donat karena belum membayarnya di kasir.

"Kami berniat memberi beberapa hal lain. Saya menyadari kalau saya tidak membawa dompet jadi saya keluar menuju mobil saya untuk mengambilnya. Itu saja," sahut De Gea.

Mantan kiper Atletico Madrid tersebut sesungguhnya sudah mencoba menjelaskan apa yang terjadi kepada petugas keamanan. Namun karena belum lancar berbahasa Inggris, upaya tersebut jadi sulit.

"Mereka pikir saya akan pergi tanpa membayar jadi saya coba jelaskan pada mereka, tapi bahasa Inggris saya tidak bagus dan kami terus berbicara di sana untuk beberapa saat. Pada akhirnya ada gadis Spanyol yang datang dan kami kemudian saling memahami dan kemudian mereka memaafkan kami."

"Dari sesuatu yang bukan apa-apa itu ternyata menjadi hal yang besar, tapi saya memandang itu semua sebagai sesuatu yang lucu," tuntas De Gea.