Live Support

Our Product

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini1268
mod_vvisit_counterKemarin1637
mod_vvisit_counterMinggu Ini7980
mod_vvisit_counterMinggu Lalu11364
mod_vvisit_counterBulan Ini27894
mod_vvisit_counterBulan Lalu54525
mod_vvisit_counterSemuanya632611

We have: 15 guests online
IP Anda: 38.107.179.207
 , 
Today: Mei 17, 2012
Kesal, Pesepakbola Curhat di Twitter

Glasgow - Layanan mikro blogging semacam Twitter cukup digandrungi saat ini, dengan gelandang Rangers Maurice Edu sebagai salah satunya. Di Twitter-lah kemudian dia curhat usai diperlakukan rasis.

Semua bermula dari laga Rangers kontra Unirea Urziceni di ajang Liga Champions. Saat itu, Rangers yang berposisi sebagai tuan rumah menderita kekalahan telak 1-4, hasil yang jelas takkan berkenan di hati pendukung tuan rumah.

Edu, pemain Rangers asal Amerika Serikat, tidak ambil bagian dalam pertandingan di Ibrox Stadium tersebut. Namun, dia ikut kena getahnya karena dicela fans timnya sendiri. Yang menyakitkan, celaan yang dilontarkan menyinggung warna kulitnya yang hitam.


Pemain yang bergabung dengan Rangers dari Toronto FC bulan Agustus 2008 lalu tersebut jelas sakit hati. Kegundahan pun dia curahkan di Twitter miliknya.

"Tak yakin apa yang lebih menyakitkan: hasil semalam atau diperlakukan secara rasis oleh fans kami sendiri ketika aku menuju mobil," tulisnya seperti dikutip Yahoosport.

Curhatan Edu itu langsung direspon perwakilan suporter Rangers yang mengutuk perlakuan rasis tersebut dan menyesalkan terjadinya insiden tadi.

"Jika memang demikian, kami pastinya mengutuk hal tersebut. Ini bukan tindakan yang selayaknya ditunjukkan fans Rangers dan mereka harusnya ditangkap dan dituntut atas pelanggaran berat," seru David Edgar dari Rangers Supporters Trust.